Monday, March 13, 2017

Sholawat Asyghil



Sholawat ‘Asyghil’ (sibuk) ini selain memohonkan rahmat ALLAH untuk Rasulullah ﷺ, juga bertujuan untuk memohon keselamatan dari kezhaliman para penguasa. Konon do’a tersebut dipanjatkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H), salah seorang tonggak keilmuan dan spiritualitas Islam di awal masa keemasan umat Islam. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umawiyyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik.


Sholawat ‘Asyghil’ ini juga dikenal dengan sebutan Sholawat ‘Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Baalawy’ (wafat 1122 H). Dikarenakan sholawat ini tercantum di dalam kitab kumpulan sholawat beliau, ‘al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah’. Namun beliau hanya mencantumkan, bukan mengarang redaksinya.




Sholawat ini pertama kalinya dipopulerkan di Indonesia melalui pemancar radio milik Yayasan Pesantren As-Syafi’iyyah yang diasuh ulama besar Betawi, almarhum KH Abdullah Syafi’i (wafat 1406 H). Sholawat ini dibawakan dengan nagham (nada) yang sangat menyentuh hati, indah didengar dan terasa sejuk di hati pembaca dan pendengarnya.

Lambat laun, sholawat ini sering dibaca oleh para ulama nusantara dalam berbagai acara istighotsah dan juga dibaca oleh masyarakat luas diberbagai masjid, musholla dan majelis-majelis ta’lim.

Begitupun di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang Ciputat Tangerang Selatan Banten para Santri selalu melantunkan Sholawat ini setiap hari sebelum waktu Sholat.